Pengenalan Produk

Untuk menghadapi pertumbuhan pasar yang pesat, Semen Merah Putih kini hadir untuk menunjang pembangunan Negeri dan memenuhi permintaan pasar dengan kualitas terjamin dan harga yang terjangkau. Dengan semangat pembangunan nasional, Semen Merah Putih akan menjadi semen pujaan bangsa yang membentuk fondasi kuat untuk masa depan Negeri.

Semen Merah Putih diproduksi oleh Chinfon Cement Corporation, Vietnam yang berdiri pada tahun 1992. Dengan kapasitas 4.5 juta ton semen, Chinfon Cement Vietnam telah memenangkan berbagai award, di antaranya Golden Dragon Prize 2001-2011 yang diberikan oleh Vietnam Economic Times & Departemen Perencanaan dan Investasi sebagai Produk Terfavorit dan Berkualitas oleh konsumen Vietnam.

Dengan dukungan penuh dari Chinfon Cement Corporation, PT Bhakti Buana Makmur akan memasarkan semen berkualitas tinggi yang telah diakui dunia Internasional. Dari hasil pengetesan yang dilakukan oleh Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T), Lembaga Departemen Perindustrian, Semen Merah Putih telah memenuhi Standar Nasional Indonesia.

 

Keunggulan Semen Merah Putih

Semen Merah Putih memiliki tiga keunggulan utama, yaitu:

 

- Kuat

Bedasarkan hasil pengujian SNI, Semen Merah Putih memiliki kualitas kekuatan di atas standar yang berlaku. Untuk menjaga stabilitas kualitas tersebut, Semen Merah Putih selalu berupaya menyediakan bahan baku terbaik dan mesin-mesin termutakhir yang dioperasikan oleh para tenaga profesional di bidangnya.

 

- Tahan Lama

Semen Merah Putih mengandung material pozzolan yang bermanfaat memberikan ketahanan bangunan yang lebih lama, termasuk terhadap lingkungan yang mengandung garam dan sulfat.

 

- Mudah Diaplikasikan

Semen Merah Putih memiliki karakteristik dan ukuran butiran yang unik, sehingga mempermudah proses pencampuran semen tanpa penggunaan air yang berlebihan. Karakteristik unik ini juga menghasilkan aplikasi permukaan acian yang lebih halus dan tidak mudah retak.

 

Keunggulan Semen Merah Putih sebagai semen berkualitas telah dibuktikan secara nasional maupun internasional melalui pengujian standar mutu Indonesia SNI 15 −7064 −2004 dan SNI 15−2049−2004, serta standar mutu Eropa CEM II/A-M 42.5N dan EN 197-1:2000.